aku ada
di ruang ternyaman di titik sengsara
di antara cahaya di lingkung gelap
aku singkap
seratus tabir
menjulang ke langit beribu batu
tidak ketemu selain Aku
yang sembunyi
di lubuk hatiku
aku ada
di titik tak terlihat
antara cahaya di atas cahaya
tiada rasa, sifar warna,
aku bakar seratus tabir
menerang langit beribu batu
tiada aku selain Aku
diam diam di dalam satu
aku di titik
nyaman sengsara
bersatu gelap bertemu cahaya
hanya menemu aku dan kamu
tak kenal yang lain sesudah itu
Thursday, December 4, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)