ini adalah prosa kelam yang tak perlu muqaddimah,
di saat masih punya nyawa dan hasrat belum sebati dengan tanah,
ini jeritan dendam kesumat yang dipusaka zaman berzaman,
ini perlawanan dwipola dari dunia dulu kala,
ini perang kelas pasca Qabil vs. Habil,
hingga firman tentang Ababil membungkam Al-Fil,
sejarah tak usai menulis hingga Zionis di bantai roket Sijjil,
hingga para fasis lenyap tak lagi tampil,
hingga dunia tak lagi mengenal perang sabil,
hingga kita tak perlu patuh pada titah dan sabda yang bersarang di dalam kastil,
yang membuat kita memohon perlindungan di balik sayap Jibril,
di hari dunia bicara tentang sengsara dan kuasa,
tindas dan siksa,
zalim dan durhaka,
di hari kita menginspirasi resistansi Abu Dzar,
kita menyusun nazar,
maka syurgamu layaknya ku bakar,
berhala mu kubongkar,
kami halalkan penentangan ini sebagai kedurhakaan dan makar,
bahwa semua pengadilan tidak harus terkurung dalam sebuah sangkar,
saatnya kita ratakan semua tak tersisa dari pasar hingga belukar,
hingga ke akar-akar,
manifestasi Siti Jenar,
dari parlimen ke trotoar,
dari kafein, nikotin dan tar,
tanpa pengabdian dan ritualisasi basi di depan altar,
tanpa sasar dan nanar,
yang membikin kau berulang kali memahami bait seorang Chairil Anwar
atau fatwa moderat barisan ulama Al-Azhar,
di hari anak-anak kalian disumpah kutukan McD,
demi si badut Ronald menari dengan resepi sepuhan sampah MSG,
di antara fikiran memualkan dan opini basi,
perihal kapitalisasi mempertaruhkan sensasi seruan agama baru masa kini,
dan khutbah konsumerisme di layar televisi,
pengabdi pasar, ibadat makar,
kemajmukan umat konsumsi, jemaah globalisasi,
hamburkan uang dan baiatkan dengan kata beli,
tawaflah mall ini berkali-kali,
moga ketemu 'Tuhan' saat tagihan kredit menyapa di awal pagi.
Wednesday, April 29, 2009
fana
Aku
tiada di titik kesadaran
diluar lingkung kenyataan
tiada
tanpa nyata
aku
fana' billah
aku
menuju alam tanpa 'aku'
hanya DIA
tiada di titik kesadaran
diluar lingkung kenyataan
tiada
tanpa nyata
aku
fana' billah
aku
menuju alam tanpa 'aku'
hanya DIA
Friday, April 24, 2009
Al Silsilah
Demikianlah, dia (Redza Darwis) menulis dari hidupnya, sebuah ranji silsilah tentang para penunjuk jalan pencerahan, dan demikianlah, takkan berpaling dari titik yang tertempuh.
Dan Muhammad ibn Abdullah SAW, sang rasul penutup, penghulu sekalian para kekasih, yang membentangkan Quran, dari masyriq hingga maghrib;
Dan Isa ibn Maryam alaihissalaam, Yesus dari Nazareth, nabi tanpa bapa, ruhullah, yang mengajar cinta dan kesederhanaan;
Dan Ibrahim Khalilullah, pembangun bait Allah, qiblat seluruh alam;
Dan Ali ibn Abu Thalib alaihissalaam, wasiy rasul al Mustafa, Imam el Muttaqin, Amirul Mu'minin, pintu segala pengetahuan;
Dan Husayn Ibn Ali alaihissalaam, Sayyid as-Syuhada, pahlawan Qarbala;
Dan Zayd Ibn Ali alaihissalaam, putera revolusi, Imam para Zaydis;
Dan Ja'far as Shadiq alaihissalaam, pewaris khazanah ilmu Ahlulbayt;
Dan Syaikh Abu Said al Khayr, pendita cinta dari Khurasan;
Dan Hallaj, permata sufi syuhada dari Baghdad;
Dan Jalaluddin ar Rumi, yang menarikan kidung cinta di hadrat Tuhan,
Dan Hafiz Syirazi; faqih para pemabuk, lisan al ghayb;
Dan Lal Shahbaz Qalandar, raja para darwis;
Dan Mushtaq Ali Shah, seniman gila dari Kerman;
Dan Hassan Ibn Sabbah, pelopor revolusi para hashisheen, penguasa Firdaus i Bareen;
Dan Hassan II, yang memproklamasi Ruz-i-Qiyamat;
Dan Syeikh Siti Jenar, wali kesepuluh, pendeta sufi mistik Tanah Jawa;
Dan Hamzah Fansuri, khalifah wujudiyyah nusantara;
Dan Suhrawardi al Maghtul, pelopor Isyraqiah;
Dan Ibn Arabi, Syaikh al Akbar, jantung wujudiyyah;
dan demikianlah, pena memaksikan silsilah, semuanya adalah guruku, mana mungkin berpaling. semuanya adalah guruku, mana mungkin berpaling...
Dan Muhammad ibn Abdullah SAW, sang rasul penutup, penghulu sekalian para kekasih, yang membentangkan Quran, dari masyriq hingga maghrib;
Dan Isa ibn Maryam alaihissalaam, Yesus dari Nazareth, nabi tanpa bapa, ruhullah, yang mengajar cinta dan kesederhanaan;
Dan Ibrahim Khalilullah, pembangun bait Allah, qiblat seluruh alam;
Dan Ali ibn Abu Thalib alaihissalaam, wasiy rasul al Mustafa, Imam el Muttaqin, Amirul Mu'minin, pintu segala pengetahuan;
Dan Husayn Ibn Ali alaihissalaam, Sayyid as-Syuhada, pahlawan Qarbala;
Dan Zayd Ibn Ali alaihissalaam, putera revolusi, Imam para Zaydis;
Dan Ja'far as Shadiq alaihissalaam, pewaris khazanah ilmu Ahlulbayt;
Dan Syaikh Abu Said al Khayr, pendita cinta dari Khurasan;
Dan Hallaj, permata sufi syuhada dari Baghdad;
Dan Jalaluddin ar Rumi, yang menarikan kidung cinta di hadrat Tuhan,
Dan Hafiz Syirazi; faqih para pemabuk, lisan al ghayb;
Dan Lal Shahbaz Qalandar, raja para darwis;
Dan Mushtaq Ali Shah, seniman gila dari Kerman;
Dan Hassan Ibn Sabbah, pelopor revolusi para hashisheen, penguasa Firdaus i Bareen;
Dan Hassan II, yang memproklamasi Ruz-i-Qiyamat;
Dan Syeikh Siti Jenar, wali kesepuluh, pendeta sufi mistik Tanah Jawa;
Dan Hamzah Fansuri, khalifah wujudiyyah nusantara;
Dan Suhrawardi al Maghtul, pelopor Isyraqiah;
Dan Ibn Arabi, Syaikh al Akbar, jantung wujudiyyah;
dan demikianlah, pena memaksikan silsilah, semuanya adalah guruku, mana mungkin berpaling. semuanya adalah guruku, mana mungkin berpaling...
Wednesday, April 1, 2009
Renungan
"Aku adalah seorang SYIAH dalam keberagamaanku, asal usulku dari Makkah, tempat tinggalku di Asqaliyyah"
"Apakah kalian telah mengetahui bahawa bertasyayyu' adalah mazhabku. Aku nyatakan hal itu dan tidak akan kubatalkan. Bila cinta kepada keluarga Muhammad dinilai rafdhan, maka, hendaklah manusia dan jin menyaksikan aku adalah rafidhy"
Imam as Syafi'i (pendiri Mazhab Syafi'i)
"Apakah kalian telah mengetahui bahawa bertasyayyu' adalah mazhabku. Aku nyatakan hal itu dan tidak akan kubatalkan. Bila cinta kepada keluarga Muhammad dinilai rafdhan, maka, hendaklah manusia dan jin menyaksikan aku adalah rafidhy"
Imam as Syafi'i (pendiri Mazhab Syafi'i)
soal?
apa tergenang di caya rembulan?
hingga ada persoalan?
apa pula jawapan?
apa terlihat di mata hati?
menyeru ingin mengenal diri
ada apa di asal mula?
pernah mengenal hujung akhirnya?
tanyakan siapa gerangan diriku?
hingga ketemu sebelum aku?
lalu bagaimana wujud semesta?
pernah terilham tentang dia?
apa terlindung di balik tabir?
tak bicara, kelu di bibir,
menghanyut aku di alam khayyal,
fana dalam dzat yang tunggal,
nafikan diri meraih manunggal,
Aku yang satu abadi kekal.
hingga ada persoalan?
apa pula jawapan?
apa terlihat di mata hati?
menyeru ingin mengenal diri
ada apa di asal mula?
pernah mengenal hujung akhirnya?
tanyakan siapa gerangan diriku?
hingga ketemu sebelum aku?
lalu bagaimana wujud semesta?
pernah terilham tentang dia?
apa terlindung di balik tabir?
tak bicara, kelu di bibir,
menghanyut aku di alam khayyal,
fana dalam dzat yang tunggal,
nafikan diri meraih manunggal,
Aku yang satu abadi kekal.
dalam fana ini, aku tidak bisa memikirkan sebuah judul
aku beroleh mabuk dari anggurMu,
aku luluh di hadapmu,
aku lebur di cahayaMu,
aku sirna di dalam Mu,
aku hilang di wujudMu,
aku tidak lagi aku,
setelah AKU adalah kamu..
aku luluh di hadapmu,
aku lebur di cahayaMu,
aku sirna di dalam Mu,
aku hilang di wujudMu,
aku tidak lagi aku,
setelah AKU adalah kamu..
Subscribe to:
Posts (Atom)